Kiprah JKMPP dalam membina masyarakat untuk peduli perikanan semata-mata gerakan sosial dari bebrapa orang saja. Terlalu berlebihan jika gerakan ini dicap sebagai aset pemda. Masih banyak gerakan-gerakan lain yang jauh lebih besar layak dicap aset pemda.
JKMPP tidak mencari popularitas dan penghargaan dari siapapun. Tetapi yang lebih penting adalah penghargaan kepada masyarakat yang telah mengikuti gerakan ini. Mereka telah bersedia belajar, berusaha mandiri dan mengoptimalkan potensinya tanpa mengganggu keuangan pemerintah. Masyarakatlah yg menjadi aset pemda. Kelompok-kelompok tani yg dibina JKMPPlah yg harus mendapat penghargaan.
Banyak program pemerintah yg digulirkan dengan tujuan untuk membentuk masyarakat mandiri, tetapi kebanyakan hasilnya tidak ada. Bahkan masyarakatnya cenderung untuk terus berharap bantuan pemerintah. Jika bantuan berhenti kegiatan mereka ikut berhenti. Proses pemanjaan dan pembodohan namanya.
Pemerintah harus lebih selektif jika memberi bantuan kepada masyarakat. Cari dan bantu masyarakat yang sedang melakukan kegiatan secara mandiri, hasilnya pasti akan lebih bermakna. Kalau masyarakat yang sedang tidur di beri bantuan, maka selanjutnya adalah isi perut yang menjadi prioritas. Jika sudah begini, maka perut menjadi kenyang dan akhirnya tidur lagi.
Masyarakat perikanan yang dibina JKMPP tidak akan meminta bantuan dari siapapun, kecuali atas dasar kepedulian pemberinya. Itupun bila tidak disertai intrik kepentingan dikemudian hari.
Sebenarnya gerakan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi kerakyatan telah dilaksanakan oleh petani ikan yang dibina oleh JKMPP. Sekarang tinggal niat baik para pejabat dan birokrat di daerah untuk merangkul mereka dengan penuh perhatian dan tanpa KKN dalam rangka memperkuat kemandiriannya.
Percayalah, masyarakat kita mampu mandiri dan tangguh.
Hidup petani kita!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar