Walaupun berstatus narapidana namun warga binaan pemasyarakatan harus mendapat perhatian yag serius layaknya manusia lain. Ketidak pastian dan penolakan masyarakat setelah keluar dari penjara merupakan situasi yang paling ditakuti oleh napi. Oleh karena itu, pembinaan di lapas harus harus mengedepankan motto memanusiakan manusia. Mereka harus dibina mental, sepiritual dan keterampilan hidupnya. Banyaknya napi dalam usia produktif merupakan potensi untuk diberdayakan sehingga mereka dapat melakukan produksi selama dipenjara. Dengan demikian lapas tidak saja sebagai lembaga pembinaan tetapi dapat pula sebagai pusat produksi "Lapas berbasis produksi"
Sebagai tindak lanjut Kesepakatan Bersama antara Dirjen Pemasyarakatan Departemen Hukum dan HAM RI dengan Dirjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikan tanggal 26 Juni 2006, No. 2775/DPB.5/HK.150.D5/VI/2006 dan No. E.UM.06.07-97 Tahun 2006, Lapas Klas IIA Kuningan telah menyelenggarakan kerjasama dengan Jaringan Komunitas Masyarakat Peduli Perikanan (JKMPP) Kuningan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Perikanan Mandiri Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Klas IIA Kuningan, mulai tgl. 25 Mei 2009 sampai 7 Juni 2009 dengan pola 120 jam.
Tujuan kegiatan :
Mengembangkan potensi, minat, bakat, keterampilan, kewirausahaan dan keprofesian petugas pemasyarakatan dan warga binaan pemasyarakatan
Mengembangkan kecakapan hidup yang bermanfaat untuk bekerja atau berusaha mandiri melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan sesuai dengan potensi alam, ekonomi, industri dan kebutuhan pasar.
Memperluas dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak baik lembaga pemerintah maupun swasta.
Membuat rintisan model pengembangan lapas berbasis produksi
Angkatan pertama diikuti oleh 10 orang Petugas Pemasyarakatan dan 50 orang WBP dan acara pembukaan dilakukan pada tgl 25 Mei 2009 oleh Staf Ahli Bupati Kuningan, sedangkan acara Penutupan Anggkatan I dan Pembukaan Angkatan II telah dilaksanakan pada hari Minggu, 7 Juni 2009 oleh Wakil Bupati Kuningan, bertempat di aula Lapas Kuningan
Materi pelatihan meliputi Budidaya Lele ,Belut dan budidaya cacing (30% teori, 70% praktek). Nara sumber dan instruktur seluruh dari JKMPP didukung CV. Angkasa Puri, Ponpes Mishbahul Huda, Kelompok Tani Belut Andalan, Distan, Disnakertransos dan SMKN 1 Kuningan. Seluruh kegiatan murni swadana/mandiri. Tidak ada yang membiayai dan tidak ada yang dibiayai.
Hasi kegiatan yang telah nampak diantaranya; peserta telah memahami dan mampu melakukan pembenihan ikan, membuat kolam pembenihan dan pembesaran baik kolam tanah maupun kolam terpal, membudidayakan cacing untuk pakan ikan dan belut. Perbaikan 8 buah kolam tanah dan saluran irigasi Mulai terbentuk kemampuan intra dan interpersonal serta personal development kearah yang lebih positif.
Tindak Lanjut Kegiatan :
Peserta pelatihan otomatis menjadi anggota JKMPP dan berkewajiban melakukan kegiatan produksi serta melatih 2 orang WBP yang belum mengikuti pelatihan
Semua kegiatan perikanan di lapas akan terus dibina oleh JKMPP
WBP yang akan/telah bebas akan terus dibina oleh JKMPP dan Ponpes Mishbahul Huda
Diharapkan mempunyai fasilitas budidaya di luar lapas yang berfungsi sebagai tempat asimilasi dan dikelola JKMPP bersama lapas.
Produk perikanan akan dibeli oleh CV. Angkasa Puri (lele) dan CV. Triguna (belut) serta oleh anggota JKMPP lainnya.
Kegiatan yang bersifat laboratorium dapat menggunakan fasilitas yang ada di SMKN 1 Kuningan, begitu pula pelatih dan instruktur perikanan.
Evaluasi dilakukan bersama oleh semua mitra terkait guna mewujudkan "lapas berbasis produksi"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar