Sabtu, 01 Agustus 2009

Kiat-kiat Sukses Usaha Pembesaran Lele Secara Intensif

1. Persiapkan kolam pemeliharaan dengan baik. Persiapan kolam yang kurang baik rentan terhadap serangan penyakit dan tingkat hidupnya juga rendah.

2. Tebarkan benih lele unggul dan berukuran seragam karena lele bersifat kanibal. Contoh benih lele unggul, yaitu lele sangkuriang dan lele phiton.

3. Berikan pakan sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diperlukan. Pakan pelet untuk pembesaran minimal mengandung protein 30%. Pemberian pakan jangan sampai telat karena lele bersifat kanibal.

4. Hindari padat penebaran yang terlalu berlebihan. Untuk kolam semen, padat penebarannya maksimal 350 ekor/m2, kolam terpal maksimal 250300 ekor/m2, dan kolam tanah sekitar 200250 ekor/m2.

5. Buat konstruksi kolam pembesaran yang memudahkan pembuangan feses dan sisa pakan di dasar kolam.

6. Lakukan penggantian air secara berkala. Padat penebaran yang tinggi yang mengakibatkan banyak sisa pakan dan feses yang mengendap di dasar kolam.

7. Lakukan pengontrolan harian yang rneliputi pemeriksaan kesehatan ikan, pertumbuhan dan populasi lele, serta kehadiran hama dan penyakit.

8. Gunakan probiotik jika diperlukan.

9. Perhatikan faktor-faktor nonteknis lain, yaitu sebagai berikut:

· Membentuk sebuah kelompok pembesar dan kompak menghadapi tengkulak.

· Melakukan kerja sama kemitraan dengan perusahaan pakan atau pengolahan ikan mengenai manajeman kelompok, teknis pembesaran, dan pakan.

· Pembudidaya lele dituntut tekun, ulet, sabar, dan terus belajar serta mengembangkan berbagai informasi teknologi pembesaran.

· Usaha pembesaran lele harus dilakukan secara intensif, bukan sambilan lagi.

· Rencana panen sebaiknya sudah ditentukan sejak tebar karena panen lele tidak bisa ditunda. Apabila rencana panen lele mundur dari jadwal, pengusaha akan rugi.

(sumber : Kholish Mahyudin, SPi., MM./Panduan Lengkap Agribisnis Lele)

Selasa, 23 Juni 2009

JKMPP Bukan Aset Pemda

Kiprah JKMPP dalam membina masyarakat untuk peduli perikanan semata-mata gerakan sosial dari bebrapa orang saja. Terlalu berlebihan jika gerakan ini dicap sebagai aset pemda. Masih banyak gerakan-gerakan lain yang jauh lebih besar layak dicap aset pemda.
JKMPP tidak mencari popularitas dan penghargaan dari siapapun. Tetapi yang lebih penting adalah penghargaan kepada masyarakat yang telah mengikuti gerakan ini. Mereka telah bersedia belajar, berusaha mandiri dan mengoptimalkan potensinya tanpa mengganggu keuangan pemerintah. Masyarakatlah yg menjadi aset pemda. Kelompok-kelompok tani yg dibina JKMPPlah yg harus mendapat penghargaan.
Banyak program pemerintah yg digulirkan dengan tujuan untuk membentuk masyarakat mandiri, tetapi kebanyakan hasilnya tidak ada. Bahkan masyarakatnya cenderung untuk terus berharap bantuan pemerintah. Jika bantuan berhenti kegiatan mereka ikut berhenti. Proses pemanjaan dan pembodohan namanya.
Pemerintah harus lebih selektif jika memberi bantuan kepada masyarakat. Cari dan bantu masyarakat yang sedang melakukan kegiatan secara mandiri, hasilnya pasti akan lebih bermakna. Kalau masyarakat yang sedang tidur di beri bantuan, maka selanjutnya adalah isi perut yang menjadi prioritas. Jika sudah begini, maka perut menjadi kenyang dan akhirnya tidur lagi.
Masyarakat perikanan yang dibina JKMPP tidak akan meminta bantuan dari siapapun, kecuali atas dasar kepedulian pemberinya. Itupun bila tidak disertai intrik kepentingan dikemudian hari.
Sebenarnya gerakan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi kerakyatan telah dilaksanakan oleh petani ikan yang dibina oleh JKMPP. Sekarang tinggal niat baik para pejabat dan birokrat di daerah untuk merangkul mereka dengan penuh perhatian dan tanpa KKN dalam rangka memperkuat kemandiriannya.
Percayalah, masyarakat kita mampu mandiri dan tangguh.
Hidup petani kita!!!!

Selasa, 09 Juni 2009

JKMPP DI PENJARA














Walaupun berstatus narapidana namun warga binaan pemasyarakatan harus mendapat perhatian yag serius layaknya manusia lain. Ketidak pastian dan penolakan masyarakat setelah keluar dari penjara merupakan situasi yang paling ditakuti oleh napi. Oleh karena itu, pembinaan di lapas harus harus mengedepankan motto memanusiakan manusia. Mereka harus dibina mental, sepiritual dan keterampilan hidupnya. Banyaknya napi dalam usia produktif merupakan potensi untuk diberdayakan sehingga mereka dapat melakukan produksi selama dipenjara. Dengan demikian lapas tidak saja sebagai lembaga pembinaan tetapi dapat pula sebagai pusat produksi "Lapas berbasis produksi"

Sebagai tindak lanjut Kesepakatan Bersama antara Dirjen Pemasyarakatan Departemen Hukum dan HAM RI dengan Dirjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikan tanggal 26 Juni 2006, No. 2775/DPB.5/HK.150.D5/VI/2006 dan No. E.UM.06.07-97 Tahun 2006, Lapas Klas IIA Kuningan telah menyelenggarakan kerjasama dengan Jaringan Komunitas Masyarakat Peduli Perikanan (JKMPP) Kuningan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Perikanan Mandiri Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Klas IIA Kuningan, mulai tgl. 25 Mei 2009 sampai 7 Juni 2009 dengan pola 120 jam.

Tujuan kegiatan :
Mengembangkan potensi, minat, bakat, keterampilan, kewirausahaan dan keprofesian petugas pemasyarakatan dan warga binaan pemasyarakatan
Mengembangkan kecakapan hidup yang bermanfaat untuk bekerja atau berusaha mandiri melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan sesuai dengan potensi alam, ekonomi, industri dan kebutuhan pasar.
Memperluas dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak baik lembaga pemerintah maupun swasta.
Membuat rintisan model pengembangan lapas berbasis produksi

Angkatan pertama diikuti oleh 10 orang Petugas Pemasyarakatan dan 50 orang WBP dan acara pembukaan dilakukan pada tgl 25 Mei 2009 oleh Staf Ahli Bupati Kuningan, sedangkan acara Penutupan Anggkatan I dan Pembukaan Angkatan II telah dilaksanakan pada hari Minggu, 7 Juni 2009 oleh Wakil Bupati Kuningan, bertempat di aula Lapas Kuningan

Materi pelatihan meliputi Budidaya Lele ,Belut dan budidaya cacing (30% teori, 70% praktek). Nara sumber dan instruktur seluruh dari JKMPP didukung CV. Angkasa Puri, Ponpes Mishbahul Huda, Kelompok Tani Belut Andalan, Distan, Disnakertransos dan SMKN 1 Kuningan. Seluruh kegiatan murni swadana/mandiri. Tidak ada yang membiayai dan tidak ada yang dibiayai.

Hasi kegiatan yang telah nampak diantaranya; peserta telah memahami dan mampu melakukan pembenihan ikan, membuat kolam pembenihan dan pembesaran baik kolam tanah maupun kolam terpal, membudidayakan cacing untuk pakan ikan dan belut. Perbaikan 8 buah kolam tanah dan saluran irigasi Mulai terbentuk kemampuan intra dan interpersonal serta personal development kearah yang lebih positif.

Tindak Lanjut Kegiatan :
Peserta pelatihan otomatis menjadi anggota JKMPP dan berkewajiban melakukan kegiatan produksi serta melatih 2 orang WBP yang belum mengikuti pelatihan
Semua kegiatan perikanan di lapas akan terus dibina oleh JKMPP
WBP yang akan/telah bebas akan terus dibina oleh JKMPP dan Ponpes Mishbahul Huda
Diharapkan mempunyai fasilitas budidaya di luar lapas yang berfungsi sebagai tempat asimilasi dan dikelola JKMPP bersama lapas.
Produk perikanan akan dibeli oleh CV. Angkasa Puri (lele) dan CV. Triguna (belut) serta oleh anggota JKMPP lainnya.
Kegiatan yang bersifat laboratorium dapat menggunakan fasilitas yang ada di SMKN 1 Kuningan, begitu pula pelatih dan instruktur perikanan.
Evaluasi dilakukan bersama oleh semua mitra terkait guna mewujudkan "lapas berbasis produksi"

Jumat, 08 Mei 2009

JKMPP SIAP CIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN

PELUANG MENJADI PENGUSAHA

Lapangan pekerjaan identik dengan sesuatu yang sulit untuk dipecahkan keberadaannya bahkan orang berbondong-bondaong datang ke kota besar untuk mencari lapangan pekerjaan, dengan harapan mereka bisa bekerja dan dari pekerjaannya memperoleh uang. Kalau kita perhatikan lapangan pekerjaan dapat kita ciptakan sendiri tidak harus mencarinya ke luar. JKMPP akan membantu masyarakat menemukan lapangan pekerjaan itu tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. JKMPP akan menciptakan lapangan pekerjaan bisa di dalam rumah, di halaman, di kebun, di sawah bahkan orang yang tidak punya lahan sekalipun dapat memiliki usaha sendiri, tentunya dalam bidang perikanan. Anda tertarik Hubungi segera JKMPP di Kuningan Jawa Barat

FORMULIR CALON PESERTA PELATIHAN

JARINGAN KOMUNITAS MASYARAKAT PEDULI PERIKANAN
(JKMPP)
Sekretariat: Jln.Perumahan Kasturi Perdana Blok B.No.54 Keramatmulya Kuningan CP.081320662561
====================================================
FORMULIR PESERTA PELATIHAN

  1. NAMA :
  2. TEMPAT,TGL/LAHIR :
  3. JENIS KELAMIN :
  4. PENDIDIKAN TERAKHIR :
  5. PEKERJAAN :
  6. ALAMAT : Kampung..................................Rt......Rw.......No..........
Desa/Kel.......................................................
Kecamatan....................................................
Kabupaten.....................................................
Provinsi.........................................................
No.Tlp/HP....................................................



Catatan:
Sertakan pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4 dan
Foto Copy KTP
Pendaftaran ditutup tgl 15 Juni 2009